Pemdes Bantar Sari Siap Luncukan Desa Wisata

Menelan anggaran Dana Desa (DD) tahap pertama sejumlah
Rp400 juta, Pemerintah Desa Bantar Sari, di Kecamatan Rancabungur,
akhir 2018 mendatang akan menciptakan Bantar Sari Education Tour (Argo
Wisata, red). Berdiri diatas lahan seluas kurang lebih delapan
hektare, lokasi itupun akan diisi sejumlah permainan menarik (outbond,
red), gazebo, area menanam tanaman, memetik buah jambu kristal,
kegiatanpemanah, berkuda, hingga menangkap ikan.

Kepala Desa (Kades) Bantar Sari Lukmanul Hakin menuturkan, argo wisata
ini nantinya beralamat di Kampung Bantar Sari, RT01/05. Dan saat ini,
area tersebut masih dalam tahap pembenahan dengan tujuan adanya
peningkatan wisatawan.

“Aarea Argo Wisata ini merupakan pilot projeck Pemdes Bantar Sari.
Tujuan lainnya agar wisatawan bisa merasakan berlibur diwilayah
perkampungan, dan tidak perlu jauh – jauh ketempat wisata lainnya,”
ujar Lukman kepada Metropolitan, kemarin.

Ia menjelaskan, walau baru tahap pembenahan beberapa intansi
pemerintah hingga lembaga pendidikan sudah menyambangi lokasi
tersebut. Seperti, sekolah Islam Terpadu Kota Depok, Sekolah Alam Al
Fikri Depok, SDT Cileungsi Bogor, Family Gathering Yasmin Bogor, dan
TK Bukit Kayu Manis Tanah Sareal, Bogor. Tak hanya itu, upaya untuk
menjadikan desa wisata ini juga sudah didatangi pelajar dari Tanah
Jiran Malaysia, Pemerintah Papua, Kalimantan, dan pengamat dari Negara
Swedia.

“Lembaga pemerintah datang untuk melakukan studi banding. Sedangkan,
para pelajar untuk berwisata sekaligus bejalar,” paparnya.
Menurutnya, para wisatawan belajar pula cara mengelola buah – buahan
untuk dikonsumsi menjadi makanan kue ringan (dodol jambu kristal dan
lainnya). Sementara, untuk wisatawan yang jauh biasanya bisa menginap
(sewa) di rumah–rumah warga setempat.

“Untuk home stay (menginap.red) biaya sewanya langsung dengan pemilik
rumah. Saya bersyukur dengan pilot projeck yang saat ini tengah
dilaksanakan. Setidaknya, mereka yang home stay bisa juga merasakan
berwisata dipemukiman perkampungan,” bebernya.

Saat ini, lanjut Lukman, Pemdes Bantar Sari belum bisa mempublikasikan
tentang harga tiket masuk ke Argo Wisata tersebut. Hal itu, karena
semua fasilitas belum tersedia dengan lengkap. Untuk saat ini masih
gratis. Dia berharap, setelah rampung, dan sudah ada tiket masuk bisa
meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan meningkatkan
jumlahwisatawan untuk datang ke Indonesia.

“Saya yakin Argo Wisata Multiflayer ini akan ber-efek positif, dan
perputaran roda perekonomian akan semakin bergeliat. Adapun,
pengerjaanya hingga saat ini dilaksanakan secara swakelola dengan
warga setempat,” pungkasnya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan