Kades Bantarsari – Irigasi Ingin Berjalan!! Airnya Mana?

Bantarsari – Rabu 02 September 2015 Kepala Desa Bantarsari melakukan kegiatan pengontrolan terhadap debet air yang kian hari kian menyusut yang memasuki wilayah desa bantarsari. Sebagai salah satu desa yang mayoritas penduduknya adalah petani, air jelas menjadi kebutuhan yang sangat vital. Sebelumnya Kepala Desa Bantarsari sepat mengadakan kegiatan komunikasi dengan warga terkait keinginan warga untuk mengaktifkan kembali fungsi irigasi yang terdapat di Desa Bantarsari. Dalam kegiatan kemudian dibentuklah kelompok pengawas air yang terdiri dari para tokoh tani yang terdapat di Desa Bantarsari. fungsi dan tugas mereka sangat jelas yaitu mencari solusi agar fungsi irigasi bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

10945628_10203787996494543_6923032276984465207_n 11952011_10203787996814551_9051007548976030923_n

Berselang beberapa bulan, menurut Kepala Desa Bantarsari hal itu masih belum terealisasi dengan baik dikarenakan belum maksimalnya fungsi dari kelompok pengawas serta tidak adanya kesadaran untuk bertindak. Dia juga menuturkan sudah ada beberapa masyarakat yang mulai mempertanyakan tentang kelanjutan kegiatan tersebut. Lebih jauh Kades yang akarab disebut lukman ini menerangkan bahwa masalah utama yang terjadi dalam hal irigasi ini adalah tidak adanya aliran air dari hulu, hingga akhirnya jaringan irigasi yang telah ada tidak berfungsi. Masalahnya Airnya Mana??? “Tegas Kade”.

 

Untuk itu daripada menunggu sesuatu yang tidak pasti, saya berinisiatif mengontrol langsung akar permasalahan irigasi di wilayah kami. Dikutif dari Facebooknya. Kades Bantarsari menyayangkan tentang pengaturan air yang dilakukan pemerintah dan prilaku oknum-oknum yang berlaku egois terhadap permasalah air di wilyahnya dan di wilyah sekitarnya.

 

Mengontrol debit air di Kota Bogor Mantarena yg mengalir ke beberapa Desa di Kecamatan Kemang dan Rancabungur, salahsatunya ke Desa Bantarsari, musim kemarau skrg ini sangat memprihatinkan buat para Petani. Padahal pasokan sayur mayur, padi, n buah2an seperti Jambu Kristal dan tanaman Holtikultura lainnya dikirim ke Kota Bogor, dan daerah Jabodetabek bahkan Bandung. Ketahanan Pangan macam apa yg di kampanyekan pemerintah pusat dan Daerah kalau hanya sebatas wacana. Teriakan petani kami akomodir lewat musrenbang tingkat Desa dan Kecamatan. Kami juga sdh sampaikan langsung kepada Bupati Bogor agar aliran air untuk petani dari kota Bogor ke Kab. Bogor lancar. Sampai detik ini blm lancar. Sy bersama staff Desa mengontrol aliran sungai dipenuhi sampah dan belokan air yg tdk pada tempatnya. Mari bersama2 membantu petani yg termarjinalkan oleh sistem yg tdk berpihak.”imbuhnya dalam status facebook”

 

Selain hal itu, beliau juga mengeluhkan akan kurangnya perawatan terhadap saluaran air yang terdapat di bogor. salah satunya adala kesadaran masyarakat tentang kebiasaan membuang sampah di sungai dan seperti sudah mengakar dalam jiwa dan benak warga. red

 

4 Comments

  1. Semoga segera ada solusinya untuk desa bantar sari dan desa-desa sekitarnya.. Mungkin harus adanya mapping masalah Pak. Intuk irigasi yg sekarang ada. Sehingga bisa dijadikan skala perioritas untuk perbaikan-perbaikan kedepannya. Bisa meminta bantuan dari pemerintah pusat atau daerah, atau justru bisa dilakuakn oleh swadaya masyarakat itu sendiri.

    • Terimakasih atas masukannya pak, Sementara ini kami sudah melakukan kegiatan kerja bakti bersama warga. koordinasi juga sudah dilakukan dengan pihak2 terkait. Alhamdulillah sedang berjalan dan debet air kini mulai bisa dirasakan cukup walau belum semua merasakan.
      Terimakasih atas kunjungannya.

Tinggalkan Balasan